Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 29 Desember 2016

Wanita Alami Percabulan, Dipukuli Para Pria Di Depan Suami, Tak Ada Yang Menolong


Sungguh miris nasib yang dialami oleh seorang wanita di India, kejadian miris itu terekam dalam sebuah video. Dalam video tersebut, sejumlah pria memperlakukan seorang wanita dengan sangat keji. Padahal wanita itu tengah berjalan bersama dengan suami dan anaknya. Perbuatan para pelaku membuat netizen amat geram, bukan karena kejahatan pelaku saja namun juga lantaran tak ada satupun orang berusaha menolong mereka.

Bayangkan saja, wanita itu dipukul berkali-kali, tidak memakai tangan kosong, tapi memakai kayu berukuran cukup besar. Wajah ibu malang itu, yang tidak nampak menangis, langsung bermandikan darah. Video penganiayaan terhadap wanita itu menjadi viral setelah diunggah di Facebook.


Yang lebih miris, netizen tak habis pikir dengan kisah di balik pemukulan ini. Menurut laporan The India Times, kejadian berawal ketika wanita ini hanya bertanya arah menuju pasar ke gerombolan pria. Bukannya dibantu jawab, para pria tadi malah melakukan percabulan terhadap wanita tersebut. Mirisnya,wanita itu di sana bersama suami dan anaknya. Wanita itu tentu saja berontak.

Tapi pria yang melakukan percabulan malah mengambil kayu dan memukulinya, sambil memaki-maki. Suami wanita itu pun marah, dan berusaha menyerang pria tadi. Tapi ia pun juga kena pukul. Sang anak hanya bisa menangis sambil melihat ibunya bermandi darah. Video ini mengundang keprihatinan dari jutaan netizen setelah dimuat ke Facebook oleh pengguna FB bernama Madhvendra Pratap Singh. Yang lebih membuat prihatin, tak ada satu pun orang di sana yang memberi bantuan. Peristiwa ini dilaporkan terjadi di daerah Uttar Pradesh, India. Kabarnya, polisi telah menangkap seorang pelaku. Sementara pria lain sampai sekarang tengah buron.
[BERANTAI]

1 Response to Wanita Alami Percabulan, Dipukuli Para Pria Di Depan Suami, Tak Ada Yang Menolong

  1. Ayo daftarkan diri Anda di F*a*n*s*B*E*T*I*N*G :)
    pin bbm 5-E-E-8-0-A-F-E

    BalasHapus

Back To Top