Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 11 Desember 2016

Realita Korupsi Di Indonesia




Pembelajaran dan pengetahuan tentang korupsi bahkan sudah didapatkan di tingkat Sekolah Dasar. Tapi kenapa sampai saat ini korupsi masih begitu banyak terjadi, khususnya di Indonesia. Berbicara tentang korupsi tidak selamanya membicarakan korupsi di Pemerintahan Pusat, karena sebenarnya korupsi telah menjamur lebih luas dari itu. Korupsi tidak hanya terjadi di Pemerintah Pusat saja, tetapi sampai di Pelosok daerah.

Sebenarnya realita korupsi di Indonesia sudah diketahui banyak pihak, belum lagi jika berbicara tentang pungutan liar. Bukankah ini juga termasuk korupsi? Faktanya pungutan liar masih saja terjadi, bahkan di Daerah. Ini adalah fakta yang tidak bisa dibantahkan, bahkan pengaduan masyarakat tentang pungutan liar di setiap daerah cukup banyak. Ini menandakan tindakan korupsi di Indonesia masih belum bisa diberantas.

Tugas memberantas korupsi bukan hanya milik Pemerintah, karena sejatinya sistem Pemerintahan sudah disusun dan ditata dengan baik. Hanya saja ada oknum yang tidak bertanggung jawab dan menyelewengkan kewenangannya. Masyarakat juga memiliki hak untuk memantau dan mengawasi secara langsung, karena yang mereka korupsi adalah uang rakyat, uang masyarakat.

Jangan pernah takut untuk melakukan pengaduan tentang korupsi, pungutan liar dan semacamnya, apalagi jika anda memiliki buktinya. Tetapi harus diakui, memberantas korupsi bukanlah hal yang mudah dan mungkin selamanya tidak akan pernah benar-benar bersih, tetapi setidaknya bisa mengurangi dan meminimalisir tindakan korupsi tersebut.

Berbagai Contoh Realita Korupsi Di Indonesia
Untuk memperjelas beberapa argumen dan penjelasan di atas, ada beberapa contoh korupsi di Indonesia yang terjadi dan menjamur di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

Uang Damai Oknum Polisi
Contoh realita korupsi di Indonesia yang pertama adalah tentang uang damai oknum Polisi. Hal ini sudah bukan menjadi sebuah rahasia lagi, karena hampir semua daerah ada saja hal semacam ini. Ini sering terjadi pada razia lalu lintas, dimana pengendara yang melanggar bisa membayar denda di tempat, dan yang lebih luar biasa lagi adalah bisa ditawar. Apakah Undang-undang Negara tidak sekonsisten itu? Sampai uang denda bisa ditawar? Anda bisa menyimpulkan sendiri, ada tangan licin yang bermain disini.

Untungnya tidak semua Polisi memiliki tangan yang licin, mereka yang melakukan itu hanyalah Oknum Polisi yang menyalah gunakan kewenangannya. Tetapi sayangnya, karena ulah oknum-oknum itulah, Polisi kehilangan kepercayaan dari masyarakat.
Seharusnya masyarakat juga tidak boleh melakukan hal ini, jika melakukan melanggar sebaiknya sidang saja di Pengadilan, jadi uang denda anda benar-benar untuk Negara dan karena kesalahan anda. Jika anda membayar uang damai, maka pelaku korupsi bukan hanya oknum Polisi tersebut, tetapi juga anda.

Uang Suara
Ini terjadi dan sebuah fakta, bahwa pada even Pemilu, baik itu even Nasional ataupun Daerah, Uang suara atau lebih dikenal sebagai Money Politic masih benar-benar menjamur. Entah apakah ini termasuk dalam kriteria tindakan korupsi atau tidak, tetapi ini berpotensi menjadi sebuah tindakan korupsi.

Tidak semua masyarakat Indonesia memiliki mental yang baik terkait pemahaman korupsi. Sehingga masih banyak terjadi hal semacam ini, bahkan di berbagai Daerah, hal ini menjadi sebuah tradisi.
Sebenarnya banyak pihak yang sudah mengetahui hal ini, tetapi entah kenapa masih saja terjadi dan bahkan lebih gila. Di era saat ini, uang bisa mengalahkan segalanya. Dan korupsi menjadi semakin merajalela. Seolah korupsi bukanlah sebuah tindakan yang salah, inilah mental yang sudah tertanam, baik itu disadari atau tidak.

Kesimpulannya, formula paling ampuh untuk mencegah korupsi adalah dimulai dari pribadi masing-masing. Jangan biarkan hawa nafsu menjadi bagian yang menguasai pribadi anda, kemudian menjadi tikus yang menggerogoti keju yang bukan miliknya.
Tikus yang dianggap sebagai sampah yang mengkilap, terlihat bersih dan suci, tetapi tetap saja koruptor adalah tikus, adalah sampah dan harus diberantas. Jangan biarkan diri anda masuk dalam lingkup hidup yang demikian, korupsi bukanlah satu-satunya jalan menuju kejayaan, karena justru korupsi bisa membawa anda pada lubang yang menjijikan, jauh dari kata jaya apalagi mulia. Belum lagi saat anda harus mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan, uang korupsi anda tidak akan bisa menyelamatkan anda.

Anda juga harus ingat, jika anda melakukan korupsi, anda tidak membuat bangga keluarga anda, tetapi anda menjadi momok yang paling memalukan untuk keluarga, pikirkanlah itu semua. Indonesia akan bangkit dan jaya, jika Indonesia penuh dengan warga negaranya yang menolak dan melawan tegas korupsi. Bagaimanapun juga semua warga Negara Indonesia memiliki kewajiban untuk memajukan dan mengharumkan Negara. Salah satu yang bisa anda lakukan adalah dengan menolak dan membantu memberantas korupsi, dimulai dari diri sendiri.

Harus diakui saat ini Indonesia sedang dalam kondisi yang cukup memprihatinkan terkait korupsi, akan tetapi semangat anti korupsi tidak boleh hilang dari dalam hati. Semangat anti korupsi harus terus ada sampai NKRI benar-benar terbebas dari korupsi. Bagaimana pun juga memberantas korupsi tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah saja, masyarakat Indonesia pada umumnya juga memiliki kewajiban untuk memberantas korupsi.

Memberantas korupsi tidak semudah membalikkan telapak tangan dan mungkin juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena korupsi di Indonesia seperti hama yang sulit dimusnahkan. Korupsi bahkan menjadi kebiasaan yang sulit dihindari. Oleh sebab itu juga pemberantasan korupsi perlu dukungan dari semua pihak.

Sebagai masyarakat umum, semua orang berhak mengawasi dan mengkritisi apapun yang terjadi di Pemerintahan, baik itu Pemerintah Pusat atau pun Daerah. Apabila sekiranya ada sesuatu yang dirasa cukup mencurigakan, jangan ragu untuk mempertanyakan, menyelidiki atau pun mengadukan hal mencurigakan tersebut, khususnya dalam hal ini adalah terkait tindak korupsi. Tidak perlu takut, karena anda memiliki hak tersebut dan yang paling penting, anda memiliki kewajiban untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Namun yang paling penting adalah menghapus budaya korupsi itu sendiri, sehingga generasi muda Indonesia bisa terbebas dari jeratan kasus korupsi. Biarlah berbagai kasus korupsi saat ini menjadi catatan negatif dan tidak akan terulang kembali. Sehingga Indonesia bisa memiliki generasi anti korupsi. Meskipun untuk mencapai itu semua bukanlah sebuah hal yang mudah, namun bukan berarti tidak bisa dicapai. Suatu saat Indonesia pasti akan berada di titik terbaik, saat hilangnya korupsi dari Negara ini dan itu berarti Indonesia akan menjadi Negara yang luar biasa makmur dan sejahtera, untuk mencapai itu semua tentu bukan sebuah hal yang mudah, tapi tetap bisa diupayakan. Dimulai dari hal kecil, menolak tindakan korupsi sekecil apapun, membiasakan diri untuk bertanggung jawab dan bertindak sesuai kapasitas dan hak masing-masing. Tidak menyalah gunakan wewenang dan tidak membiasakan diri menyuap atau disuap. Jika semua masyarakat Indonesia menerapkan prinsip yang sama, maka Indonesia bebas korupsi bukan hanya sekedar mimpi semata.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru 





1 Response to Realita Korupsi Di Indonesia

  1. mari coba keberuntungannya disini F*a*n*s*B*E*T*T*I*N*G
    Kontak bbm 5EE80AFE :D

    BalasHapus

Back To Top