Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 04 November 2016

Sesekali Aku Pernah Mengamatimu Dari Kejauhan, Tersenyum Lalu Menundukan Pandangan


Kagum adalah satu kata yang mewakili perasaanku saat ini. saat mata ini yang hanya bisa melihatmu dari jauh, tanpa ada keberanian untuk menyapamu dari dekat. bagaimana bisa aku menyapamu, kalau lidah ini selalu kaku jika berada tepat di depanmu.

Sesekali Aku Pernah Mengamatimu Dari Kejauhan, Tersenyum Lalu Menundukan Pandangan

Sesekali aku pernah mengamatimu dari jauh, tersenyum lalu menundukan pandangan. Berharap kau tidak pernah merasakan kehadiranku, karena waktu belum mengijinkan kita untuk bersatu. Hanya bisa saling menatap dalam harap, berdoa dalam diam. Semoga kita dipersatukan dalam satu ikatan yang halal. mungkin tidak berlebihan jika aku memintamu pada Rab ku, semoga doa-doaku menjadi alasan kita nanti dipertemukan.

Cinta tidak butuh banyak penjelasan. Karena ini rasa yang tidak akan pernah bisa didefinisikan, sekalipun dengan formula atau bahasa di luar daya nalar manusia. Entah alasan apa, aku bisa memendam rasa padamu dan segala harap itu ada padamu. Mungkin karena sosok sederhana dengan segala ketaatan yang kamu miliki, sehingga aku rasa kau pantas menjadi imam dalam hidupku. mungkin juga karena segala sesuatu tentang dirimu yang membuatku sangat ingin mengenalmu lebih jauh. Tapi semua alasan itu akan hilang setelah rasa suka datang.

Rasa cinta melumpuhkan logika, sehingga ia tidak mau memberikan penjelasan. Kenapa sempat ada rasa yang tersimpan, padamu yang sekarang aku memendam rindu. Semoga kelak kita bertemu, saat waktu membuktikan kesetiaan.cinta hanya untuk satu orang dan setia itu ada walau tidak bersama komitment tertulis nyata. 

Semoga aku dan kamu adalah bukti, sebuh kisah cinta Fatimah r.a. dan Ali r.a. terulang kembali.

0 Komentar Sesekali Aku Pernah Mengamatimu Dari Kejauhan, Tersenyum Lalu Menundukan Pandangan

Posting Komentar

Back To Top