Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 02 November 2016

Kepala Pol PP Perintahkan Anggotanya Cari Tukang Pijat Spa yang Mau Telanjang dan Diajak Mesum

Kepala Pol PP Perintahkan Anggotanya Cari Tukang Pijat Spa yang Mau Telanjang dan Diajak Mesum

idang perkara pencabulan di fasilitas kebugaran City Spa terus berlanjut. Terbaru, Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Bapol PP) Bandar Lampung Cik Raden dituntut pidana dua tahun penjara.
Jaksa penuntut umum M Syarief menilai, Cik Raden terlibat dalam pencabulan yang dilakukan mantan anak buahnya, Gusti, terhadap terapis City Spa.
Menurut jaksa, Cik Raden terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 289 KUHP tentang Pencabulan jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun,” kata Syarief dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (2/11).
Berdasarkan fakta persidangan, lanjut Syarief, Cik Radenmemerintahkan Gusti untuk mencabuli terapis City Spa.
“Jika tidak ada perintah dari terdakwa, maka tidak akan terjadi pencabulan yang dilakukan Gusti terhadap terapis City Spa,” tuturnya.
Dalam pertimbangan tuntutannya, Syarif mengatakan, hal yang memberatkan Cik Raden adalah terdakwa merupakan kepalaBapol PP Bandar Lampung yang seharusnya memberikan contoh baik kepada masyarakat, termasuk bawahannya.
Sedangkan hal yang meringankan, menurut Syarief, Cik Radenbelum pernah dihukum dan berlaku sopan selama persidangan.
Mendengar tuntutan jaksa penuntut umum, pihak Cik Raden akan mengajukan pembelaan dalam persidangan selanjutnya.
Cik Raden menjadi terdakwa dalam kasus rekayasa penggerebekan City Spa. Pemerintah Kota Bandar Lampung menyegel tempat kebugaran yang berada di bilangan Jalan Hal itu menyusul hasil penggerebekan petugas Bapol PP Bandar Lampung yang mendapati terapis City Spa sedang tanpa busana bersama seorang pengunjung.
Belakangan diketahui, pengunjung tersebut adalah anggota Bapol PP yang menyamar.
City Spa lalu melaporkan anggota Bapol PP bernama Gusti tersebut ke Polda Lampung. Selanjutnya Gusti dijadikan tersangka oleh polisi.
Namun, Gusti tidak mau sendirian. Dia pun buka suara. Di hadapan Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin kala itu, ia mengaku disuruh oleh Cik Raden untuk merekayasa penggerebekan tersebut.
Dalam perkembangannya, Kepala Bapol PP Bandar Lampung Cik Raden sempat ditahan atas perkara dugaan rekayasa penggerebekan City Spa pada Senin (16/5) lalu.
Kepala Kejari Bandar Lampung Widiyantoro menjelaskan, pihaknya menahan Cik Raden untuk memudahkan pembuatan surat dakwaan.
cikTribun Lampung - Kepala Bapol PP Bandar Lampung Cik Raden
Kronologi
Dalam dakwaannya, Jaksa penuntut umum M Syarief menyebutkan bahwa rekayasa penggerebekan City Spa bermula pada 9 September 2015 lalu.
Cik Raden memanggil dua anggota Pol PP Gusti Zaldi dan Dedi Saputra ke ruang kerjanya. Cik Raden memerintahkan Gusti dan Dedi untuk memantau kegiatan di dalam salon kecantikan/perawatan City Spa.
"Terdakwa memerintahkan Gusti dan Dedi untuk mengetahui apakah di City Spa menyediakan tempat untuk berbuat asusila," kata Syarief. tersebut pada 11 September 2015.
Cik Raden meminta Gusti dan Dedi tidak memberitahukan perintah tersebut kepada siapapun.
Setelah memantau City Spa, Dedi melapor ke Cik Raden bahwa pemijat City Spa berinisial Y tidak mau diajak berbuat mesum.
Sedangkan Gusti melaporkan ada pemijat berinisial O yang mau diajak berbuat asusila.
Berdasarkan laporan tersebut, Syarief mengatakan, Cik Radenmemberikan uang Rp 450 ribu ke Gusti dan Dedi sebagai ganti uang pribadi keduanya saat pijat di City Spa.
Menindaklanjuti laporan Gusti, Cik Raden bermaksud melakukan penggerebekan City SpaCik Raden meminta Gusti mengondisikan seolah City Spa melayani kegiatan prostitusi.
"Cik Raden memberikan uang Rp 750 ribu ke Gusti untuk mengusahakan pemijat di City Spa mau telanjang dan berhubungan badan," jelas Syarief.
Apabila sudah telanjang dan berhubungan badan, kata Syarief, Cik Raden menyuruh Gusti memberitahu Budi agar Budi masuk menggerebek City Spa. "Dengan begitu ada alasan bagi Pol PP untuk mencabut izin City Spa," ucap syarief.
Gusti berangkat ke City Spa untuk melaksanakan rencana Cik Raden tersebut. Gusti memesan kamar bersama pemijat.
Menurut Syarief, Gusti memaksa pemijat untuk telanjang dan berhubungan badan. Setelah itu, Gusti mengirimkan pesan singkat ke Budi, temannya sesama anggota Pol PP memberitahukan bahwa pemijat sudah telanjang.
Budi dan tim dari Pol PP langsung masuk dan menggerebek Gusti dan pemijat yang sudah telanjang bulat.
Izin dicabut
Pada kasus gugatan di PT TUN Medan terkait izin usaha City Spasebagai tempat pijat, Pemkot Banar Lampung memenangkan banding dengan putusan mencabut izin usaha sebagai tempat pijat.
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengatakan CV Suria Jaya atau biasa dikenal City Spa, tidak boleh beroperasi lagi sebagai tempat pijat di kota Tapis Berseri ini.
"City Spa tidak boleh dibuka lagi selama saya menjabat sebagai wali kota Bandar Lampung, kecuali adanya alih fungsi usaha, apakah itu menjual klontongan atau beras,"kata Herman Senin (6/6/2016).
Sumber : tribun lampung

1 Response to Kepala Pol PP Perintahkan Anggotanya Cari Tukang Pijat Spa yang Mau Telanjang dan Diajak Mesum

  1. b0la, c4sin0, CMDbet, tangkas, sabung 4yam, dll hanya di F4NS B3TT1N9, yukk buruan.. :)

    BalasHapus

Back To Top