Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 02 November 2016

Dan Rindu Menjadi Urusanku, Padahal Kamulah Penyebabnya

Aku bilang ini tidak adil, kenapa semua tentangmu menjadi gaduh pada saat malam menjelang. Perasaan apa ini, rasanya seperti bahagia pada saat aku menutupkan mata dan semua tentangmu sepertinya nyata. Malam apa salahku, kenapa namanya selalu ada di setiap sel dalam otakku.

Dan Rindu Menjadi Urusanku, Padahal Kamulah Penyebabnya


Kita hanya sahabat, mungkin karena terlalu dekat sehingga terlihat seperti saudara dekat. Ibuku sudah tau, kalau hamper setiap sore kau akan menemuiku. Menghabiskan secangkir teh melihat senja kembali ke peraduannya. Dan ibu sudah tidak asing lagi, kalau membantunya memasak adalah kesukaanku sejak dulu.

Kita dua anak manusia yang sudah saling mengenal dan mahami. Tapi masih malu-malu untuk menatakan cinta dan daling menyayangi. kita yang sekarang di pisahkan oleh ruang karena sesuatu yang dikatakan mimpi dan cita-cita. Kamu yang hanya mengucap “ Tunggu Aku “ dan pergi dengan sepotong senyuman. Kenapa aku yang merasakan berat sampai meneteskan air mata.

Dan rindu ini menjadi urusanku, padahal kamulah penyebabnya. Seperti tidak adil bagiku, tapi kenapa hati ini mengatakan mampu untuk bertahan. Apa yang bisa aku lakukan selain menunggu dan mempercayaimu. Semoga nanti waktu akan mempersatukan kita dan cinta kita benar-benar ada karena keyakinan yang sama.

Baik-baik kau di sana, jangan lupa beri kabar padaku. Entah tentang tugas kuliah yang serasa tidak pernah akan selesai, tuntutan pekerjaan yang menyita waktu, atau ada seseorang yang mencuri hatimu di sana. Aku tahu, kita bukan siapa-siapa sebelum ijab Kabul terucap. Tapi aku percaya, hatimu hanya untukku. Karena sejak dari dulu aku percayakan hatiku untuk kau jaga.

Cepatlah pulang, aku menunggumu di sini.

1 Response to Dan Rindu Menjadi Urusanku, Padahal Kamulah Penyebabnya

  1. Gabung yuk di F*a*n*s*B*E*T*T*I*N*G
    Ini pin bbmnya 5ee80afe :D

    BalasHapus

Back To Top