Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 16 November 2016

Botol Susu & Dot Bayi yang Bikin Emosi Satu Negara



Botol susu dan dot bayi membuat marah netizen di Arab Saudi. Penyebabnya, botol susu itu menggunakan tutup emas dan dijual di sejumlah toko perhiasan.

Kemarahan netizen muncul lantaran penjualan botol itu tidak mencerminkan kepekaan sosial. Para netizen berpendapat botol susu bertutup emas itu sebenarnya tidak bermanfaat bagi bayi dan hanya mengajarkan kesombongan.

Botol susu bayi itu dibanderol seharga 5.000 riyal, setara Rp17,4 juta per botol. Sementara dot emas dijual dengan harga 3.000 riyal, setara Rp10,4 juta.

" Apakah anak-anak benar-benar butuh botol emas, dan apa nilai tambah pada anak jika botol itu dari emas? Ini cara baru menunjukkan kesombongan sosial secara berlebih," tulis Mohammad Al Baddah di akun media sosial milik dia.

Sosiolog Sampai Marah

Pemilik toko emas memajang botol ini sebagai salah satu model baru hadiah saat berkunjung ke orangtua dari bayi baru lahir. Orang-orang yang menentang hal ini berpendapat praktik tersebut murni menunjukkan kesombongan dan tidak peka terhadap situasi ekonomi yang serba sulit.
Sosiolog Mohammad Baqir Al Ebied mengatakan kemarahan masyarakat tentang botol susu ini cukup beralasan.
" Di masa lalu, orang-orang selalu menggelar jamuan makan saat ada kelahiran bayi, tentu dengan kemewahan yang berlebihan."

Rp 69 juta untuk Sambut Bayi

" Orang-orang menyerukan kebiasaan ini diakhiri. Setelah foto botol susu emas ini dipajang, hal itu memicu kemarahan," kata Al Ebied.
Bahkan, Al Ebied mengatakan di salah satu negara kawasan teluk, perayaan kelahiran bayi bisa menghabiskan uang 20.000 riyal, setara Rp69,7 juta. Orang-orang berlomba untuk menggelar pesta lebih mewah lagi.
" Beberapa wanita pergi ke rumah sakit bintang lima, yang tentu membutuhkan banyak uang, hanya untuk melahirkan, kemudian mengklaim biaya persalinan itu ke Kerajaan," ucap Al Ebied.

Kilah si Penjual

Salah satu pedagang emas Fawzi Mohammad Al Baqshi mengatakan barang-barang emas semacam itu bukanlah hal aneh. Yang aneh bagi dia adalah mengapa masalah ini baru ramai sekarang.
Al Baqshi mengatakan botol susu dan dot emas sudah ada sejak lima dekade terakhir. Ini telah menjadi kebiasaan masyarakat Arab memberikan botol susu dan dot emas kepada keluargayang baru saja mendapatkan anak, terutama keluarga yang sudah lama mendambakan anak.
Dia mengatakan dot emas tidak memiliki nilai jual tinggi dan tidak terbatas pada orang kaya. Orang menengah ke bawah bisa membelinya juga.
" Benda emas bisa dijadikan aset. Di masa lalu, ini menjadi investasi, saat ibu menunggu harga emas naik di level tertentu lalu menjualnya," kata Al Baqshi.
Sumber: arabnews.com

1 Response to Botol Susu & Dot Bayi yang Bikin Emosi Satu Negara

  1. Ayo daftarkan diri Anda di F*a*n*s*B*E*T*I*N*G :)
    pin bbm 5-E-E-8-0-A-F-E

    BalasHapus

Back To Top