Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 04 Maret 2016

Innalillahi.... Ditolak RSUD Kota Bogor, Pak RT Pasien BPJS Meninggal Dunia

Innalillahi.... Ditolak RSUD Kota Bogor, Pak RT Pasien BPJS Meninggal Dunia
Innalillahi.... Ditolak RSUD Kota Bogor, Pak RT Pasien BPJS Meninggal Dunia

Sungguh malang nasib seorang ketua RT 06/08 Kampung Kedunghalang Talang, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Udin Syahrudin (47). Dia yang diduga terkena serangan jantung akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Bogor, Senin (29/02/2016), setelah sebelumnya ditolak tiga rumah sakit (RS). Parahnya, salah satu RS yang sempat menolak untuk merawat Udin adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, yang notabene dibiayai oleh duit rakyat.
Kepada media, Istri almarhum, Tenny (42), menuturkan, sekitar pukul 1.00 WIB dinihari, suaminya merasakan sesak nafas dan lemas. Dirinya lantas membawa sang suami ke Unit Gawat Darurat RSUD Kota Bogor, namun dokter tidak segera mengambil tindakan penyelamatan malah mengarahkan dia agar segera membawa Udin ke rumah sakit lain.
Almarhum suaminya, kata dia sebetulnya tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Bahkan, beberapa jam sebelum dibawa ke RS Mulia di Jalan Pajajaran, sempat dirawat satu hari di RS Family Medical Centre, Jalan Raya Bogor-Jakarta, Sukaraja, Kabupaten Bogor. “Dokter sudah mempersilakan pulang. Satu hari kemudian kambuh lagi, dadanya tiba-tiba sesak,” terang Tenny.
Senada dengan Istri Udin, Tina (39), adik Tenny yang ikut mengantar almarhum beberapa saat sebelum meninggal dunia menjelaskan dirinya ikut mengatar ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi. “Baru juga sampai masuk gerbang, pihak petugas keamanan dan dokter jaga bilang pasiennya jangan dulu diturunkan dari mobil,” ujarnya.
Mendapati 2 kali penolakkan oleh dua RS yang berbeda membuat sekeluarga bingung, padahal Udin adalah peserta BPJS kelas 2. Tiga rumah sakit yang menolak itu beralasann sama yakni ruang rawat penuh.
Udin kemudian dibawa keluarga ke Rumah Sakit Islam Bogor. Saat mendaftar, mereka tidak mengatakan bahwa Udin adalah peserta BPJS. Akhirnya Udin diteima dan mendapatkan perawatan intensif hingga menghembuskan nafas terakhir.
“Di RS Islam Bogor itu pun kita mendaftar dan akhirnya mau ditangani setelah kita bilang pasien umum (bukan pasien BPJS). Enggak tahu juga kalau awalnya bilang peserta BPJS, mungkin mendapat perlakuan sama,” keluhnya.
Hingga jasad almarhum dikuburkan, pihak keluarga belum mengetahui persis penyebab pasti atau hasil diagnosis dokter bahwa almarhum mengidap penyakit jantung.
“Sebelumnya enggak ada keluhan atau riwayat sakit jantung. Kami sangat menyayangkan, sikap beberapa rumah sakit, khususnya RSUD dan RSMM yang notabene milik pemerintah malah memperlakukan pasien yang sudah dalam kondisi lemas sekarat. Ke mana sisi kemanusiaannya. Selain karena memang sudah takdir tapi ini karena abai atau lalainya pihak rumah sakit,” pungkasnya.
Semoga tidak ada lgi korban masyarakat kecil karena aturan pemerintah. Bagikan info ini agar pemerintah tersadar.
Sumber: http://bogorpos.com/

0 Komentar Innalillahi.... Ditolak RSUD Kota Bogor, Pak RT Pasien BPJS Meninggal Dunia

Posting Komentar

Back To Top